gilangtamma

gilangtamma a blackpacker

Goes to Sumbing #morning #cycling #mountain

Goes to Sumbing #morning #cycling #mountain

Saelah, sehari jadi Anak Gowes Magelang.. 😬 – View on Path.

Saelah, sehari jadi Anak Gowes Magelang.. 😬 – View on Path.

Kalau misal ga ada Innova parkir dan mobil berplat Z dalam frame, ada yang percaya ini di Bandung? – View on Path.

Kalau misal ga ada Innova parkir dan mobil berplat Z dalam frame, ada yang percaya ini di Bandung? – View on Path.

"

masih ada cerita dari Sabang, Banda Aceh, Takengon, Bireun, Belitong, jelajah Jawa, Bali, Lombok, Komodo, Makassar, Toraja, Selayar, Buton, Wakatobi, Raja Ampat, Alor, Singapore, Malaysia, Vietnam, Cambodia, Thailand daaaaan lain-lain yang saya belum sempat ceritain…,

~selalu begini. hihihi…

"

Aceh! Assalamualaikum…!

Tulisan ini saya buat tepat 2 tahun setelah kepulangan saya dari Pulau Weh. Hehe… Tampak sekali saya pemalas. Ya kan saya bukan pengrajin. Setelah melalui perjalanan yang panjang, berliku dan menegangkan akhirnya saya mendaratkan badan di pulau paling ujung barat Indonesia ini. Pulau Weh dengan ibukota Sabang ini mempunyai luas sekitar 156km2. Bukan tiba-tiba saya ada di pulau ini. Prosesnya cukup panjang. Dimulai dari Bandung, mampir ke Medan sebentar, perjalanan darat malam hari ke Bireun, berkunjung ke Takengon, hingga hampir tertinggal kapal ferry di Banda Aceh. Panjang kan… Sengaja saya simpan Sabang sebagai tujuan terakhir dalam itinerary. Alasan utamanya biar klimaks liburannya. Kita sih pengen ending yang sempurna. Betewe, kita itu siapa saja? Kita terdiri dari 5 orang anak manusia. Saya, Adisty, Edo, Ridha, dan Putri. Dua nama terakhir teman saya yang asli orang Aceh. Siapa sangka kontur wilayah pulau Weh adalah perbukitan. Baru keluar kapal, kita sudah nyasar. Tanya-tanya orang jalan ke Sabang lewat mana. Dan tanjakan curam nan panjang adalah jalan satu-satunya. Dengan tenaga maksimal mobil yang mengangkut 5 orang plus peralatan diving ini perlahan meniti jalan menanjak sambil zig-zag. Tak banyak buang waktu, kita langsung mengarah ke tugu 0 kilometer Indonesia. tanpa harus masuk ke kota Sabang, kita menemukan jalan pintas sendiri. Lewat di pinggir danau yang jalannya menurun sangat curam. perjalanan menjelang sore ini sangat mengesankan. Lautan berwarna keemasan memantulkan sinar sore matahari. Beberapa kali kami berhenti untuk memotret pulau-pulau kecil yang tak jauh dari pantai. Lupa ada berapa banyak tanjakan selama perjalanan. Yakale mesti diitung.. Ada sebuah tanjakan yang banyak kera rusuhnya. Wah langsung pada tutup jendela, takut dijarah. Semuanya pada ketawa-ketiwi ngegosipin kumpulan monyet liar tadi. Tiba-tiba mesin mobil mati masih di tanjakan yang sama. Hanya berjarak 50 meter dari kerumunan. Langsung pada mikir mau keluar dari mobil apa ikut terguling sama mobil? Diluar banyak monyet-monyet itu. Uh, untung sudah lumayan masih. Semua yang ada di mobil buyar ga pake lama (kecuali sopir sih). Berhamburan keluar mobil buat ganjel mobil pake batu. Moment ini ngeri aslinya. Analisis pintar kita menyatakan mobil ini mesinnya oke-oke saja. Masih bagus dan tidak overheat. Bensinnya abis! Kita ga tau persediaan bahan bakar mobil ini masih banyak atau sudah menipis. Wong indikatornya aja mati.. Hari semakin sore. Suasana sedikit gelap karena hutan gunung. Kendaraan sangat jarang yang lewat. Ada beberapa, tapi cuek. Hiburan kita satu-satunya ya itu, ngeliat orang lewat yang diganggu monyet-monyet nakal sampai akhirnya kita disamperin sama masyarakat lokal. Baik sekali. Mereka yang antar salah satu dari kita untuk membeli bensin eceran yang jaraknya lumayan jauh. Setelah mobilnya minum, orang tadi melanjutkan perjalanan keatas, sedangkan kita balikin jerigen dulu. Turun lagi… lewat monyet lagi… Dengan penuh rasa percaya diri kita melanjutkan perjalanan hingga tugu 0 kilometer. Sudah senja waktu itu. Kita seperti bocah yang girangnya luarbiasa. Foto-foto di tugu 0 kilometer sampai lupa foto tugunya. Cuma foto prasastinya aja. Harusnya sih kalo ga kesorean kita bisa bikin sertifikat orang ke-sekian yang pernah menjejakkan kaki di 0 kilometer Indonesia. Sebelum benar-benar gelap kitapun menuju penginapan di Iboih. Destinasi favorit di Sabang. —-BERSAMBUNG

Good morning Cambodia

Good morning Cambodia

Kete Kesu, Toraja. #Indonesia #Nusantara #Framing #mistic #bone #celebes #SouthSulawesi #Cemetery

Kete Kesu, Toraja. #Indonesia #Nusantara #Framing #mistic #bone #celebes #SouthSulawesi #Cemetery

Lombok Videography Project team. Kita abis syuting scene perform diatas Bukit Raya. Latarnya Gunung Rinjani :)

Lombok Videography Project team. Kita abis syuting scene perform diatas Bukit Raya. Latarnya Gunung Rinjani :)

Divespot Mari Mabuk, Tomia - Wakatobi (Mei 2012)

Divespot Mari Mabuk, Tomia - Wakatobi (Mei 2012)

Meraknya Ciwidey…

Meraknya Ciwidey…

People I Follow

  • staff
  • kusumorini
  • dianzt-dives
  • lombokvacation
  • madalkatiri